Uji kompetensi Calon Manager Koperasi Merah Putih

 

KEGIATAN UJI KOMPETENSI CALON MANAGER KOPERASI MERAH PUTIH

Pelaksanaan Uji Kompetensi Calon Manager Koperasi Merah Putih oleh LSP Talenta Wirausaha Nusantara

Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia serta mempersiapkan pengelola koperasi yang kompeten dan profesional, telah dilaksanakan Uji Kompetensi Calon Manager Koperasi Merah Putih yang diselenggarakan oleh LSP Talenta Wirausaha Nusantara. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 28–29 Juli 2026, bertempat di Kodiklatal Makassar.

Kegiatan uji kompetensi ini merupakan salah satu tahapan penting dalam memastikan bahwa calon Manager Koperasi Merah Putih memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap kerja, serta kemampuan manajerial yang sesuai dengan standar kompetensi yang dipersyaratkan. Seorang manager koperasi tidak hanya dituntut mampu menjalankan kegiatan operasional koperasi, tetapi juga harus memiliki kemampuan dalam menyusun perencanaan, mengelola organisasi, mengembangkan usaha, memberikan pelayanan kepada anggota, serta memastikan tata kelola koperasi berjalan secara efektif, transparan, dan akuntabel.

Pada hari pertama, 28 Juli 2026, kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, pengarahan mengenai pelaksanaan uji kompetensi, serta penjelasan mengenai mekanisme dan tahapan asesmen. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai kompetensi yang akan dinilai, tata tertib pelaksanaan, serta instrumen yang digunakan dalam proses asesmen. Selanjutnya, peserta mengikuti tahapan penilaian yang berkaitan dengan pengetahuan dan pemahaman mengenai pengelolaan koperasi, prinsip-prinsip perkoperasian, manajemen organisasi, administrasi, pelayanan anggota, serta pengelolaan kegiatan usaha koperasi.

Pada hari kedua, 29 Juli 2026, proses uji kompetensi dilanjutkan dengan asesmen yang lebih menekankan pada kemampuan praktis dan penerapan kompetensi manajerial. Peserta diberikan berbagai tugas, studi kasus, maupun simulasi yang menggambarkan permasalahan dan kondisi yang kemungkinan dihadapi dalam pengelolaan Koperasi Merah Putih. Melalui tahapan tersebut, peserta dituntut untuk mampu menganalisis permasalahan, mengambil keputusan, menyusun strategi pengembangan usaha, serta menunjukkan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan dalam menjalankan tugas sebagai calon manager koperasi.

Pelaksanaan uji kompetensi dilakukan oleh asesor dari LSP Talenta Wirausaha Nusantara dengan mengacu pada standar kompetensi yang telah ditetapkan. Proses asesmen tidak hanya menilai aspek pengetahuan, tetapi juga mencakup keterampilan dan sikap kerja peserta. Dengan demikian, hasil uji kompetensi diharapkan dapat memberikan gambaran yang objektif mengenai tingkat kesiapan dan kompetensi masing-masing peserta untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Manager Koperasi Merah Putih.

Melalui kegiatan Uji Kompetensi Calon Manager Koperasi Merah Putih ini, diharapkan terbentuk sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan kapasitas yang memadai untuk mengelola koperasi secara profesional. Manager yang kompeten diharapkan mampu mengembangkan potensi ekonomi lokal, meningkatkan pelayanan kepada anggota, membangun unit-unit usaha yang produktif, serta menciptakan tata kelola koperasi yang sehat dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan pada 28–29 Juli 2026 di Kodiklatal Makassar berlangsung dengan baik dan memberikan pengalaman yang berharga bagi seluruh peserta. Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari proses penguatan kapasitas dan profesionalisme pengelola Koperasi Merah Putih sehingga mampu berkontribusi dalam mewujudkan koperasi yang maju, mandiri, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

MA.





PELATIHAN BNSP PEREKAYASAAN PERANGKAT IOT di JAKARTA

 

PELATIHAN DAN SERTIFIKASI PEREKAYASAAN PERANGKAT INTERNET OF THINGS (IoT)

PROGRAM REVITALISASI PERGURUAN TINGGI

Tempat: CV. Ozami Inti Solusi, Virtual Office SCBD, Jakarta
Tanggal: 18–19 Agustus 2026


I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah mendorong perubahan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, industri, pemerintahan, pertanian, kesehatan, dan bidang kehidupan lainnya. Salah satu teknologi yang berkembang sangat cepat adalah Internet of Things (IoT), yaitu teknologi yang memungkinkan berbagai perangkat fisik terhubung melalui jaringan internet sehingga mampu melakukan pengumpulan data, pertukaran informasi, pemantauan, serta pengendalian secara otomatis.

Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengikuti perkembangan teknologi tersebut. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dosen dan tenaga pendidik melalui pelatihan berbasis teknologi terapan menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia industri.

Dalam rangka mendukung Program Revitalisasi Perguruan Tinggi, telah dilaksanakan kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Perekayasaan Perangkat Internet of Things (IoT) yang bertempat di CV. Ozami Inti Solusi, Virtual Office SCBD, Jakarta, pada tanggal 18–19 Agustus 2026.

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis dalam melakukan perekayasaan perangkat IoT, mulai dari memahami konsep dasar IoT, mengenal komponen elektronika dan mikrokontroler, melakukan integrasi sensor dan aktuator, pemrograman perangkat, komunikasi data melalui jaringan internet, hingga melakukan pengujian terhadap sistem yang telah dibuat.

Pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman secara teoritis, tetapi juga menekankan pada kemampuan praktik sehingga peserta mampu memahami tahapan pengembangan sebuah perangkat IoT secara sistematis. Dengan demikian, hasil pelatihan diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran, praktikum, penelitian, pengembangan prototipe, maupun pengabdian kepada masyarakat di lingkungan perguruan tinggi.


II. NAMA DAN WAKTU KEGIATAN

A. Nama Kegiatan

Pelatihan dan Sertifikasi Perekayasaan Perangkat Internet of Things (IoT) Program Revitalisasi Perguruan Tinggi

B. Waktu Pelaksanaan

Kegiatan dilaksanakan selama 2 (dua) hari, yaitu:

Tanggal: 18–19 Agustus 2026

C. Tempat Pelaksanaan

CV. Ozami Inti Solusi
Virtual Office SCBD, Jakarta


III. TUJUAN KEGIATAN

Pelatihan dan sertifikasi ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam bidang perekayasaan perangkat Internet of Things. Secara khusus, tujuan kegiatan meliputi:

  1. Meningkatkan pemahaman mengenai konsep dan prinsip kerja Internet of Things.

  2. Memahami arsitektur dan alur kerja sistem IoT.

  3. Mengenal berbagai komponen yang digunakan dalam sistem IoT.

  4. Meningkatkan kemampuan dalam melakukan perancangan perangkat IoT.

  5. Meningkatkan keterampilan pemrograman mikrokontroler, khususnya perangkat berbasis ESP32.

  6. Memahami cara mengintegrasikan sensor dengan mikrokontroler.

  7. Memahami penggunaan aktuator dalam sistem otomasi berbasis IoT.

  8. Memahami komunikasi data antara perangkat IoT dengan jaringan internet.

  9. Mampu melakukan monitoring data sensor melalui platform IoT.

  10. Meningkatkan kemampuan dalam melakukan pengujian dan troubleshooting perangkat.

  11. Mempersiapkan peserta dalam mengikuti proses sertifikasi kompetensi perekayasaan perangkat IoT.

  12. Mendukung penerapan teknologi IoT dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengembangan inovasi di perguruan tinggi.


IV. PELAKSANAAN KEGIATAN

Kegiatan pelatihan dan sertifikasi dilaksanakan selama dua hari dengan pendekatan pembelajaran yang menggabungkan penyampaian materi, demonstrasi, praktik, diskusi, serta evaluasi kompetensi.

Peserta mendapatkan pemahaman mengenai proses perekayasaan perangkat IoT secara menyeluruh. Proses pembelajaran dimulai dari identifikasi kebutuhan sistem, pemilihan komponen, perancangan rangkaian, pemrograman mikrokontroler, integrasi sensor dan aktuator, koneksi jaringan, monitoring data, hingga pengujian sistem.

Kegiatan dilaksanakan di CV. Ozami Inti Solusi, Virtual Office SCBD Jakarta, yang memberikan lingkungan pembelajaran yang mendukung pengembangan kompetensi teknologi berbasis IoT.


V. URAIAN KEGIATAN

A. Hari Pertama – 18 Agustus 2026

Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengenalan program pelatihan serta sertifikasi perekayasaan perangkat IoT.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan konsep dasar Internet of Things, arsitektur sistem IoT, komponen penyusun sistem IoT, serta penerapan IoT dalam berbagai bidang.

Peserta diperkenalkan dengan konsep hubungan antara sensor, mikrokontroler, jaringan komunikasi, server atau cloud, dan perangkat pengguna.

Secara umum, alur sistem IoT dapat digambarkan sebagai:

Sensor → Mikrokontroler → Wi-Fi/Internet → Cloud/Platform IoT → Smartphone/Komputer

Pada sesi berikutnya, peserta mempelajari mikrokontroler ESP32 sebagai salah satu perangkat yang banyak digunakan dalam pengembangan sistem IoT. Materi meliputi pengenalan GPIO, input dan output digital, input analog, komunikasi serial, konektivitas Wi-Fi, serta pemrograman menggunakan Arduino IDE.

Peserta juga mendapatkan materi mengenai sensor dan proses pengambilan data. Salah satu contoh penerapan yang dipelajari adalah penggunaan sensor DHT22 untuk membaca parameter suhu dan kelembapan.

Melalui praktik, peserta belajar menghubungkan sensor dengan ESP32 dan membuat program untuk membaca data sensor. Data yang diperoleh kemudian dapat ditampilkan melalui Serial Monitor maupun digunakan sebagai input untuk proses pengendalian sistem.

Selain sensor, peserta diperkenalkan dengan penggunaan aktuator, seperti relay, yang berfungsi sebagai perangkat pengendali beban. Dengan integrasi sensor dan aktuator, sistem IoT dapat dikembangkan menjadi sistem monitoring sekaligus sistem kontrol otomatis.

Pada akhir kegiatan hari pertama dilakukan diskusi dan evaluasi terhadap materi yang telah dipelajari.


B. Hari Kedua – 19 Agustus 2026

Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada penerapan dan perekayasaan sistem IoT secara lebih terintegrasi serta persiapan dan pelaksanaan sertifikasi kompetensi.

Peserta melanjutkan praktik pengembangan perangkat IoT dengan mengintegrasikan perangkat keras dan perangkat lunak. Pada tahap ini, peserta melakukan pemeriksaan terhadap rangkaian, konfigurasi pin, pemrograman, serta komunikasi antara perangkat IoT dengan jaringan.

Peserta juga mempelajari proses pengiriman data dari ESP32 melalui jaringan Wi-Fi menuju platform IoT sehingga data dapat dipantau menggunakan perangkat seperti smartphone atau komputer.

Konsep monitoring dan kontrol jarak jauh menjadi salah satu bagian penting dalam sistem IoT. Data sensor yang dikirim melalui internet dapat digunakan untuk mengetahui kondisi suatu objek secara real time, sedangkan perintah dari pengguna dapat dikirim kembali ke perangkat untuk mengendalikan aktuator.

Selain praktik, peserta mendapatkan pemahaman mengenai proses pengujian perangkat. Pengujian dilakukan untuk memastikan setiap bagian sistem dapat bekerja sesuai dengan rancangan. Apabila ditemukan permasalahan, peserta melakukan troubleshooting terhadap sumber masalah, baik dari sisi perangkat keras, perangkat lunak, maupun koneksi komunikasi.

Selanjutnya dilakukan proses sertifikasi kompetensi perekayasaan perangkat IoT. Peserta mengikuti tahapan evaluasi untuk mengukur kemampuan dan kompetensi yang telah diperoleh selama pelatihan.

Kegiatan hari kedua ditutup dengan evaluasi, penyampaian hasil kegiatan, serta arahan mengenai penerapan kompetensi yang telah diperoleh di lingkungan perguruan tinggi.


VI. MATERI DAN KOMPETENSI YANG DIPEROLEH

Selama mengikuti kegiatan pelatihan dan sertifikasi, beberapa kompetensi yang diperoleh antara lain:

1. Pemahaman Konsep IoT

Peserta memahami konsep dasar Internet of Things, karakteristik, arsitektur, komponen, serta penerapan IoT dalam berbagai bidang.

2. Perekayasaan Perangkat Keras

Peserta memahami proses pemilihan dan integrasi komponen perangkat keras seperti mikrokontroler, sensor, relay, display, dan komponen pendukung lainnya.

3. Pemrograman ESP32

Peserta memperoleh pengalaman dalam melakukan pemrograman ESP32 untuk membaca sensor, memproses data, mengendalikan perangkat, serta melakukan komunikasi dengan jaringan internet.

4. Integrasi Sensor

Peserta memahami cara menghubungkan sensor dengan mikrokontroler serta melakukan pembacaan dan pengolahan data sensor.

5. Integrasi Aktuator

Peserta memahami penggunaan relay dan aktuator lainnya sebagai bagian dari sistem kontrol otomatis.

6. Komunikasi Internet

Peserta memahami proses menghubungkan perangkat IoT ke jaringan Wi-Fi dan mengirimkan data menuju platform atau server.

7. Monitoring dan Kontrol

Peserta memahami bagaimana data perangkat dapat dimonitor dari jarak jauh dan bagaimana perangkat IoT dapat dikendalikan melalui aplikasi.

8. Troubleshooting

Peserta mendapatkan pengalaman dalam melakukan pemeriksaan terhadap kesalahan wiring, program, sensor, koneksi jaringan, dan komunikasi perangkat.

9. Pengujian Sistem

Peserta memahami pentingnya pengujian untuk memastikan perangkat IoT dapat bekerja sesuai dengan fungsi yang telah dirancang.


VII. MANFAAT KEGIATAN

Kegiatan pelatihan dan sertifikasi memberikan manfaat yang cukup besar bagi peningkatan kompetensi peserta, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi digital dan kebutuhan industri.

Manfaat yang diperoleh antara lain:

  1. Bertambahnya wawasan dan pengetahuan mengenai teknologi IoT.

  2. Meningkatnya keterampilan dalam melakukan perekayasaan perangkat IoT.

  3. Meningkatnya kemampuan pemrograman mikrokontroler ESP32.

  4. Meningkatnya kemampuan dalam mengintegrasikan sensor dan aktuator.

  5. Bertambahnya pengalaman dalam membuat prototipe sistem IoT.

  6. Meningkatnya kemampuan dalam melakukan troubleshooting dan pengujian.

  7. Memperoleh pengalaman mengikuti proses sertifikasi kompetensi.

  8. Dapat mengembangkan hasil pelatihan menjadi bahan pembelajaran dan praktikum.

  9. Dapat mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi terapan.

  10. Dapat menjadi dasar pengembangan inovasi IoT yang bermanfaat bagi masyarakat dan industri.


VIII. PENERAPAN HASIL PELATIHAN DI PERGURUAN TINGGI

Kompetensi yang diperoleh dari kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan di perguruan tinggi.

Dalam bidang pendidikan, kompetensi IoT dapat diterapkan melalui pengembangan materi perkuliahan, praktikum, modul pembelajaran, dan proyek mahasiswa. Mahasiswa dapat diberikan tugas untuk merancang perangkat IoT sesuai dengan permasalahan yang terdapat di lingkungan sekitar.

Dalam bidang penelitian, teknologi IoT dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai prototipe sistem monitoring dan otomasi. Contohnya adalah sistem monitoring suhu dan kelembapan, monitoring kualitas air, smart agriculture, sistem monitoring energi, sistem kontrol otomatis, dan berbagai aplikasi IoT lainnya.

Dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, teknologi IoT dapat diterapkan untuk membantu masyarakat dalam melakukan monitoring dan pengendalian berbagai aktivitas yang membutuhkan data secara real time.

Dengan demikian, hasil pelatihan tidak berhenti pada peningkatan kompetensi individu, tetapi dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan inovasi di perguruan tinggi.


IX. TINDAK LANJUT

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan pelatihan dan sertifikasi, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh akan dikembangkan dan diterapkan dalam kegiatan akademik maupun pengembangan teknologi.

Beberapa rencana tindak lanjut yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Mengembangkan modul praktikum IoT berbasis ESP32.

  2. Mengembangkan prototipe sistem monitoring berbasis IoT.

  3. Mengintegrasikan IoT ke dalam kegiatan pembelajaran mahasiswa.

  4. Mengembangkan proyek mahasiswa berbasis sensor dan ESP32.

  5. Melakukan penelitian terapan di bidang IoT.

  6. Mengembangkan sistem monitoring berbasis smartphone.

  7. Mengembangkan kerja sama antara perguruan tinggi dengan dunia industri.

  8. Mendorong mahasiswa untuk menghasilkan produk atau prototipe IoT yang inovatif.

  9. Mengembangkan hasil pelatihan menjadi bahan pengabdian kepada masyarakat.

  10. Melakukan pengembangan dan penyempurnaan perangkat IoT berdasarkan hasil pengujian.


X. KESAN DAN PENGALAMAN SELAMA MENGIKUTI PELATIHAN

Mengikuti pelatihan dan sertifikasi perekayasaan perangkat IoT merupakan pengalaman yang sangat bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan dan wawasan di bidang teknologi digital.

Kegiatan ini memberikan pemahaman bahwa pengembangan perangkat IoT membutuhkan keterpaduan antara pengetahuan elektronika, pemrograman, sensor, komunikasi jaringan, pengolahan data, serta kemampuan melakukan analisis dan troubleshooting.

Praktik secara langsung juga memberikan pengalaman dalam menghadapi berbagai permasalahan teknis yang mungkin terjadi selama proses pengembangan perangkat. Hal tersebut menjadi pengalaman berharga karena peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat mengaplikasikannya dalam bentuk perangkat dan sistem yang nyata.

Pelatihan yang dilaksanakan di CV. Ozami Inti Solusi, Virtual Office SCBD Jakarta, pada tanggal 18–19 Agustus 2026, juga memberikan wawasan mengenai pentingnya menyesuaikan kompetensi perguruan tinggi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia industri.


XI. KESIMPULAN

Pelaksanaan Pelatihan dan Sertifikasi Perekayasaan Perangkat Internet of Things (IoT) Program Revitalisasi Perguruan Tinggi yang dilaksanakan pada tanggal 18–19 Agustus 2026 di CV. Ozami Inti Solusi, Virtual Office SCBD Jakarta, telah memberikan pengalaman dan pengetahuan yang sangat bermanfaat dalam pengembangan kompetensi di bidang Internet of Things.

Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar IoT, arsitektur sistem, mikrokontroler ESP32, sensor, aktuator, pemrograman, komunikasi Wi-Fi, monitoring, kontrol, troubleshooting, serta pengujian perangkat.

Kompetensi tersebut diharapkan dapat diterapkan dan dikembangkan dalam lingkungan perguruan tinggi, khususnya untuk mendukung proses pembelajaran, praktikum, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan inovasi teknologi.

Kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung Program Revitalisasi Perguruan Tinggi, khususnya dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan memperkuat kemampuan perguruan tinggi dalam mengikuti perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kompetensi perekayasaan perangkat IoT yang telah diperoleh dapat terus dikembangkan sehingga mampu menghasilkan berbagai inovasi teknologi yang aplikatif, bermanfaat, dan memiliki relevansi dengan kebutuhan dunia industri serta masyarakat.


XII. PENUTUP

Demikian laporan kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Perekayasaan Perangkat Internet of Things (IoT) Program Revitalisasi Perguruan Tinggi ini dibuat sebagai bentuk dokumentasi dan pertanggungjawaban atas kegiatan yang telah dilaksanakan pada tanggal 18–19 Agustus 2026 di CV. Ozami Inti Solusi, Virtual Office SCBD Jakarta.

Diharapkan hasil kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi peningkatan kompetensi peserta dan dapat diimplementasikan dalam berbagai kegiatan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan inovasi teknologi di lingkungan perguruan tinggi.

Jakarta, Agustus 2026

Peserta Pelatihan dan Sertifikasi,

MUHAMMAD ASHAR



Sertifikasi Kompetensi Digital Marketing 2024

 



 Kegiatan Digital Marketing dilaksnakan di Maros Tanggal 3-4 September 2024 Bekerjasama dengan Program IFAD, YESS , LSP Telematika, Polbangtan Gowa dan Tani Akur. dan BNSP.

Apa Itu Pelatihan Digital Marketing Bersertifikasi BNSP?

Pelatihan digital marketing bersertifikasi BNSP adalah program pelatihan yang didesain untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan individu di bidang pemasaran digital. Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi, memberikan pengakuan resmi terhadap kompetensi yang dimiliki peserta dalam mengelola kampanye pemasaran digital.

Keuntungan Pelatihan Digital Marketing Bersertifikasi BNSP

1. Pengakuan Nasional dan Kredibilitas

Sertifikasi BNSP memberikan pengakuan dari pemerintah Indonesia, menciptakan standar nasional terkait keahlian di bidang digital marketing. Ini tidak hanya membangun kredibilitas pribadi tetapi juga mengukuhkan standar industri.

2. Menguasai Keterampilan yang Diperlukan

Program pelatihan ini mencakup berbagai aspek pemasaran digital, termasuk SEO, SEM, media sosial, analisis data, dan lainnya. Peserta akan dibekali dengan keterampilan yang diperlukan untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengukur kesuksesan kampanye pemasaran digital.

3. Mengikuti Perkembangan Terbaru

Dunia digital marketing terus berubah, dan sertifikasi BNSP menjamin bahwa peserta tetap relevan dengan tren terkini. Ini menciptakan keunggulan bagi mereka yang ingin terus berinovasi dan menghadapi tantangan industri yang dinamis.

4. Peningkatan Peluang Karir

Memiliki sertifikasi BNSP dalam digital marketing dapat menjadi pendorong karir yang kuat. Banyak perusahaan mencari profesional yang dapat membuktikan keahlian mereka melalui sertifikasi resmi, dan ini dapat membuka pintu untuk posisi-posisi yang lebih menantang dan berpenghasilan tinggi.

Contoh Video Iklan  :







Gantungan kunci Politani pangkep

 


Gantungan kunci Politani pangkep

Apa itu Gantungan Kunci Resin?

Gantungan kunci resin adalah barang dekoratif kecil yang dibuat dari resin, bahan sintetis yang terkenal transparan dan tahan lama. Resin, dalam bentuk cair, dituangkan ke dalam cetakan untuk mengeras dan terbentuk. Hasilnya adalah gantungan kunci menawan yang menampilkan desain rumit, warna cerah, dan bahkan benda tertanam seperti logo. Aksesori ini berfungsi sebagai gantungan kunci fungsional.

RCC Asesor Kompetensi September 2024

 



RCC Asesor Kompetensi yang dilaksanakan pada tanggal 3-4 September 2024 di hotel Novotel Makassar berjalan dengan sukses. 

TEACHING FACTORY PROGRAM STUDI AGROINDUSTRI

 

Teaching Factory Pembuatan Sabuan Cuci piring

Teaching Factory" yang dilaksanakan oleh Kampus Politeknik Pertanian Negeri Pangkep  adalah konsep pendidikan yang mengintegrasikan teori dengan praktik melalui simulasi atau pembuatan produk di lingkungan yang mirip dengan industri. Di dalam Teaching Factory, mahasiswa tidak hanya belajar materi dari buku teks, tetapi juga terlibat langsung dalam proses produksi, manajemen, pemasaran dan evaluasi produk, sering kali dengan menggunakan peralatan dan teknologi yang digunakan di industri nyata.

Model ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa dengan keterampilan praktis dan pengalaman yang relevan, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja setelah lulus. Teaching Factory juga sering melibatkan kolaborasi dengan perusahaan industri, yang memungkinkan siswa mendapatkan wawasan langsung tentang kebutuhan dan standar industri.

Dalam Teaching Factory, siswa bisa terlibat dalam berbagai aktivitas seperti:

  1. Desain Produk: Membantu merancang produk atau sistem yang akan diproduksi.
  2. Produksi: Menggunakan peralatan dan teknik industri untuk memproduksi barang atau menyediakan layanan.
  3. Manajemen Kualitas: Menguji dan memastikan bahwa produk memenuhi standar kualitas.
  4. Pemecahan Masalah: Mengatasi masalah yang muncul selama proses produksi dan mencari solusi yang efektif.

Dengan pendekatan ini, diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan teknis dan soft skills seperti problem solving, kerja tim, dan komunikasi, yang semuanya penting di lingkungan profesional.semoga bermanfaat.